Ka KPLP Edison Tambunan Klaim Sudah Musnahkan, Publik Pertanyakan Nasib Ratusan HP Diduga Alat Penipuan Lodes dan Narkoba di Lapas Siborongborong

REDAKSI MEDAN

- Redaksi

Senin, 15 Desember 2025 - 13:07 WIB

5028 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siborongborong

Pernyataan Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Kelas IIB Siborongborong, Edison Tamoubolon, terkait pemusnahan dugaan ratusan unit telepon genggam puluhan napi pelaku praktik penipuan daring (lodes) dan pengendalian narkoba dari balik jeruji besi.

Pasalnya, klaim pemusnahan tersebut dinilai tidak sejalan dengan fakta visual yang beredar di ruang publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat dikonfirmasi wartawan pada Minggu (14/12/2025), Edison menegaskan bahwa HP yang dipertanyakan itu seluruhnya telah dimusnahkan saat razia berlangsung.

“Aduh bang, kemarin sudah kita musnahkan seluruhnya langsung waktu razia bang,” ujar Edison singkat.

Namun demikian, dokumentasi foto hasil razia yang beredar justru memunculkan tanda tanya.

Dalam foto-foto tersebut, tidak tampak ratusan unit telepon genggam yang disebut-sebut sebagai alat utama praktik penipuan daring (lodes) maupun indikasi proses pemusnahan barang bukti sebagaimana diatur dalam prosedur pengamanan lapas.

Situasi ini memicu spekulasi publik bahwa barang-barang terlarang tersebut tidak dimusnahkan, melainkan hanya dikumpulkan dan disimpan untuk sementara waktu sejak ada pemberitaan media sebelumnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber internal yang mengetahui kondisi lapangan, diduga ratusan unit telepon genggam yang oleh warga binaan itu kerap disamarkan dengan istilah “mesin” dan telah disimpan sejak mencuatnya pemberitaan lodes dan narkoba.

Perangkat tersebut disinyalir berkaitan langsung dengan praktik penipuan daring yang dikendalikan dari balik sel tahanan.

Tak hanya itu, sumber yang sama menyebut adanya dugaan penyamaran istilah terhadap narkotika jenis sabu yang dikendalikan napi bermarga pasaribu dari kamar Jior dua, yang disebut dengan kode “minyak” dalam komunikasi internal.

Alih-alih langsung dimusnahkan atau diserahkan kepada aparat penegak hukum sesuai ketentuan, barang-barang terlarang tersebut diduga hanya dikumpulkan dan disimpan di area internal, termasuk di ruang staf KPLP.

“Polanya hampir selalu sama. Barang dikumpulkan di pos tertentu atau disimpan di area yang tidak mudah diakses publik,” ungkap sumber tersebut, sembari meminta identitasnya dirahasiakan.

Yang menjadi perhatian serius, dugaan praktik serupa disebut bukan kali pertama terjadi. Kasus dengan pola hampir identik dilaporkan pernah mencuat pada 4 Oktober 2025 lalu di lapas yang sama.

Kondisi ini memperkuat kekhawatiran adanya pengulangan, bukan sekadar insiden tunggal.

Pengamat pemasyarakatan menilai, jika benar barang terlarang tidak dimusnahkan sesuai prosedur, maka hal tersebut berpotensi melemahkan upaya pemberantasan kejahatan di dalam lapas.

Penyimpanan barang bukti tanpa kejelasan mekanisme dinilai membuka celah penyalahgunaan dan mengancam integritas sistem pemasyarakatan.

Situasi ini diharapkan menjadi perhatian serius Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Agus Adrianto, guna melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen pengamanan di Lapas Kelas IIB Siborongborong, termasuk peran Kepala Lapas dan Kepala KPLP.

Langkah tegas dinilai penting sebagai bentuk konsistensi terhadap arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan yang menegaskan perang total terhadap narkoba dan kejahatan penipuan daring di lingkungan lapas dan rutan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Lapas Kelas IIB Siborongborong belum memberikan keterangan resmi secara tertulis terkait mekanisme pemusnahan barang hasil razia.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi guna menjaga keberimbangan informasi serta menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.

Jika dugaan ini terbukti, maka persoalan tersebut bukan lagi sebatas kelalaian administratif, melainkan menyangkut ancaman serius terhadap kredibilitas lembaga pemasyarakatan dan komitmen negara dalam memberantas narkoba serta kejahatan siber.(red)

Berita Terkait

Semarak HBP Ke-62, Bazar Ditjenpas Sumut Diserbu Warga dan Tampilkan Karya Warga Binaan
Ketua Wartawan TNI Sumut Ryan Sinaga Siapkan Silaturahmi dengan Pangdam I/BB
Hoaks Serang Lapas Binjai, Publik Diminta Percaya Fakta Pembinaan, Bukan Isu Pesanan
Lunas Sejak 2024, Rumah Tak Kunjung Jadi: Afrizal Fadli Nasution Marah Developer Diduga Abal-abal di Sei Mencirim
Pembangunan 600 Hunian Danantara Terus Dikebut, Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang Masuki Fase Relokasi
DPW IMO Indonesia Sumut Gelar Refleksi Akhir Tahun dan Rapat Kerja, Hadirkan Aulia Rahman
Peresmian Yayasan Jangan Jemu Berbuat Baik, HUT ke-84 Opung Ode Boru Khidmat dan Penuh Kekeluargaan
Penuh Sukacita dan Doa, Difa Anatasya Br Sembiring Jalani Peneguhan Sidi di GBKP

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 17:16 WIB

Polres Aceh Tenggara Gelar Razia Malam, Sopir Travel Bermuatan Berlebih Ditegur Humanis

Senin, 11 Mei 2026 - 17:45 WIB

Polsek Lawe Sigala-gala Kawal Pembagian Makan Malam bagi Korban Banjir Bandang di Desa Lawe Tua Persatuan

Senin, 11 Mei 2026 - 17:12 WIB

Polres Aceh Tenggara Gelar Rikkes Berkala TA 2026, Kapolres Turut Ikuti Pemeriksaan

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:42 WIB

Team Resmob Sat Reskrim Polres Agara Berhasil Ungkap Kasus Pencurian, Satu Pelaku Diamankan

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:15 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Kembali Bergerak Cepat, Pengedar Sabu di Lawe Bulan Dibekuk Bersama Barang Bukti

Senin, 4 Mei 2026 - 16:40 WIB

Transaksi Sabu di Kebun Jagung Digagalkan, Polsek Lawe Sigala-gala Amankan Seorang Pria

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:20 WIB

Polsek Lawe Sigala-Gala Gerebek Lokasi Transaksi Sabu di Desa Sebungke, Dua Orang Diamankan

Rabu, 29 April 2026 - 23:23 WIB

Curi Kabel Tower Tengah Malam, Tiga Pelaku Diamankan Satreskrim Polres Aceh Tenggara

Berita Terbaru